BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

PGTC 2026 Dorong Kolaborasi Masyarakat Cegah Anak Berhadapan dengan Hukum di Kecamatan Ceper

kegiatan Pace Goes To Community (PGTC) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klaten.

Klaten MR— Upaya memperkuat perlindungan anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang aman dan ramah anak terus dilakukan oleh pemerintah daerah. Salah satunya melalui kegiatan Pace Goes To Community (PGTC) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klaten.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balaidesa Desa Meger, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, dan menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan kasus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Program ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga ruang kolaborasi bagi berbagai unsur masyarakat untuk bersama-sama membangun sistem perlindungan anak yang lebih kuat di tingkat lokal.

Dalam pelaksanaannya, PGTC menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ceper, para kepala desa se-Kecamatan Ceper, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), unsur satuan pendidikan dari tingkat SMP, SMK, hingga MTs, tokoh agama, karang taruna, forum anak, komunitas disabilitas, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Keterlibatan banyak pihak tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Dengan jumlah peserta sekitar 75 orang, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah diskusi, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat jaringan kerja sama antar lembaga maupun komunitas.

Melalui kegiatan PGTC, peserta diajak memahami berbagai faktor yang dapat memicu anak terjerat dalam permasalahan hukum, mulai dari pengaruh lingkungan, pergaulan, kondisi keluarga, hingga kurangnya pengawasan dan pendampingan. Oleh karena itu, pendekatan pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk melindungi anak sejak dini.

Selain memberikan pemahaman terkait perlindungan anak, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan peran setiap pemangku kepentingan di masyarakat. Aparat pemerintah desa, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan diharapkan dapat berperan aktif dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi permasalahan yang melibatkan anak.

Koordinasi yang terintegrasi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan program ini. Dengan komunikasi yang baik antar lembaga serta dukungan masyarakat, berbagai permasalahan yang berpotensi menjerat anak ke dalam konflik hukum dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Sinergi berkelanjutan antar berbagai unsur juga menjadi fokus dalam kegiatan ini. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan setiap pihak dapat saling mendukung dalam menciptakan sistem perlindungan anak yang komprehensif, mulai dari keluarga, lingkungan sekolah, hingga masyarakat secara luas.

Kehadiran forum anak dan karang taruna dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari upaya pemberdayaan generasi muda. Anak dan remaja didorong untuk berani menyampaikan aspirasi serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang positif bagi sesama.

Tidak hanya itu, keterlibatan komunitas disabilitas dalam PGTC menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bahwa upaya perlindungan anak bersifat inklusif dan menjangkau seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali.

Dengan adanya kegiatan Pace Goes To Community Tahun 2026 ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mencegah terjadinya kasus anak yang berhadapan dengan hukum di wilayah Kecamatan Ceper.

Melalui langkah kolaboratif yang terus diperkuat, pemerintah Kabupaten Klaten optimistis dapat mewujudkan lingkungan yang aman, responsif, dan ramah anak. Lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara positif menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi masa depan yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.(Aulia/pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar