BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Koordinasi Penanggulangan Bencana Puting Beliung, Camat Jatipurno Ajak Relawan Tetap Siaga di Bulan Ramadhan

kegiatan koordinasi antara Camat Jatipurno bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah relawan se-Kecamatan Jatipurno. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri

Jatipurno,Wonogiri MR– Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana alam terus dilakukan di wilayah Kecamatan Jatipurno. Pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 13.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan koordinasi antara Camat Jatipurno bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah relawan se-Kecamatan Jatipurno. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.

Pertemuan ini digelar sebagai langkah koordinasi dalam rangka penanggulangan bencana angin puting beliung yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Jatipurno.

 Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana dapat memperkuat sinergi serta meningkatkan kesiapan apabila terjadi kejadian serupa di kemudian hari.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, S.Kom., perwakilan BPBD Kabupaten Wonogiri, serta berbagai unsur relawan yang selama ini aktif dalam kegiatan kebencanaan di wilayah Jatipurno. 

Di antaranya relawan Destana (Desa Tangguh Bencana), Senkom, Relawan Penanggulangan Jatipurno (RPJ), serta relawan dari unsur kecamatan dan organisasi masyarakat lainnya.



Dalam sambutannya, Camat Jatipurno Nur Dhana Setiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dan kepedulian tinggi terhadap penanganan bencana di wilayah Jatipurno. Ia juga mengajak seluruh relawan untuk tetap menjaga semangat pengabdian, terlebih di tengah bulan suci Ramadhan.

Menurutnya, kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga dapat menjadi ladang amal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.

“Di bulan Ramadhan ini semoga semangat kita dalam membantu masyarakat yang terkena musibah tetap terjaga. Apa yang kita lakukan sebagai relawan semoga menjadi tambahan amalan ibadah bagi kita semua,” ujar Nur Dhana Setiawan di hadapan para peserta.

Selain itu, ia juga mengingatkan para relawan untuk tetap aktif memantau kondisi di wilayah masing-masing, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana seperti angin puting beliung. Koordinasi dan komunikasi antarrelawan juga dinilai sangat penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Meski demikian, Camat Jatipurno menekankan bahwa dalam menjalankan tugas kemanusiaan, keselamatan relawan harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan agar setiap relawan selalu memperhatikan kesiapan diri, baik dari segi peralatan, kondisi fisik, maupun kesehatan.

“Dalam bertugas sebagai relawan, keselamatan diri harus selalu diutamakan. Pastikan sarana dan prasarana yang digunakan memadai, serta kondisi kesehatan juga harus dijaga. Jangan sampai saat membantu penanganan bencana justru menambah kesulitan bagi rekan-rekan lain karena kurangnya kesiapan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan dari BPBD Kabupaten Wonogiri, Suyanto, juga turut memberikan materi terkait penanganan bencana angin puting beliung. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam proses penanggulangan bencana, mulai dari jenis alat yang digunakan hingga fungsi masing-masing peralatan di lapangan.

Ia juga memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan relawan ketika menghadapi situasi darurat akibat bencana, termasuk prosedur keselamatan serta teknik penanganan awal di lokasi kejadian.

Menurut Suyanto, pemahaman tentang penggunaan alat dan prosedur penanganan bencana sangat penting bagi relawan agar proses evakuasi maupun penanganan dampak bencana dapat berjalan dengan efektif dan aman.

Ia kembali menegaskan bahwa dalam setiap kegiatan penanggulangan bencana, keselamatan relawan harus menjadi perhatian utama. Para relawan diminta untuk tidak memaksakan diri apabila kondisi di lapangan berpotensi membahayakan keselamatan.

“Relawan harus tetap mengutamakan keselamatan diri. Jangan sampai niat membantu justru membahayakan diri sendiri. Jika kondisi tidak memungkinkan, koordinasikan dengan tim lain agar penanganan bisa dilakukan secara aman,” jelasnya.

 (Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa dan Karyawan/Umum)

Dalam kesempatan tersebut, BPBD Kabupaten Wonogiri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan di Kecamatan Jatipurno yang selama ini dikenal aktif dan responsif dalam membantu penanganan berbagai kejadian bencana di wilayah tersebut.

Menurut pihak BPBD, keberadaan relawan yang sigap dan selalu siap membantu menjadi salah satu kekuatan penting dalam sistem penanggulangan bencana di tingkat daerah.

Dengan adanya koordinasi yang melibatkan berbagai unsur relawan, organisasi masyarakat, serta instansi terkait, diharapkan penanganan bencana di wilayah Jatipurno dapat dilakukan dengan lebih cepat, terorganisir, dan efektif.

Kegiatan koordinasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas antarrelawan di Kecamatan Jatipurno, sehingga setiap potensi bencana yang terjadi dapat segera ditangani dan kondisi wilayah dapat kembali kondusif dalam waktu yang lebih singkat.( Luluk/pimred Cahyospirit)
















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar