BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Komitmen warga dusun Tirip desa Sumberagung,pertahankan profesi sebagai petani.

Ana dan Winarsih 40 tahun warga setempat,memilih menggeluti dunia pertanian karena selain untuk mencukupi kebutuhan ekonomi,juga kemandirian pangan.

Wonogiri MR -Senin 9 Maret 2026,di dusun Tirip desa Sumberagung kecamatan Batuwarno Wonogiri,tampak kesibukan warganya melakukan aktivitas tanam padi musim tanam ke 2,setelah panen padi musim tanam pertama.

Walaupun musim tanam kali ini berbarengan dengan bulan puasa,tetapi tidak mengurangi semangat kerja mereka,sesuai dengan ikon dusun mereka dengan patung pak tani dan bu tani.

Musim tanam ke 2 kali ini di targetkan sebelum hari raya Idul Fitri tahun 2026 selesai.


Selain potensi tata letak geografis lahan warga,regeneratif pelaku pertanianya juga berkelanjutan.

Bukan berarti pilihan terahir memilih profesi sebagai petani,alasan warga dusun tersebut saat di tanya Koran Media Rakyat,jadi petani  selain untuk mencukupi kebutuhan ekonomi,petani mampu membentuk kemandirian pangan,ketahanan pangan,berkembangnya ilmu pengetahuan pertanian yang terintegrasi dengan alam semesta.

( Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa dan Karyawan/Umum)

Ana dan Winarsih 40 tahun warga setempat,memilih menggeluti dunia pertanian karena selain untuk mencukupi kebutuhan ekonomi,juga kemandirian pangan.

"Saya lebih enjoy menjadi petani daripada bekerja di perusahaan dengan aturan kontrak kerja yang mengikat"ungkap Ana sambil menancapkan bibit padi.

Bisnis hasil pertanian yang selama ini di pandang sebelah mata,kini hasilnya sangat memuaskan, dengan penentuan HPP ( harga pokok pembelian ) oleh pemerintah GKP ( gabah kering Panen ) kisaran 6500.(Maryoto/pimred Cahyospirit)



















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar