BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Kajian Ahad ke 5 mengambil tema Pengenalan KHGT.

Kajian Ahad ke lima (5) a'da Magrib mengawali bulan Syawal digelar di Masjid Al-Falah Madyorejo rt 01 rw 07, Jetis - Sukoharjo

Sukoharjo MR- Kajian Ahad ke lima (5) a'da Magrib mengawali bulan Syawal digelar di Masjid Al-Falah Madyorejo rt 01 rw 07, Jetis - Sukoharjo. Ahad (29/03/26).

Ketua Takmir Masjid Al-Falah Madyorejo Jetis Sukoharjo Ir. H. Rudy Setyohadi melalui Bidang Dahwah dan Pendidikan Muh. Anis S.Pd, menyampikan bahwa kajian Ahad sore ba'da Magrib  kali ini bersama ustadz Bimawan Syamsudin, SP., dengan mengambil tema  "Mengenal KHGT- Kalender Hijriyah Global Tunggal", kajian ini mengawali di bulan Syawal.

Ustadz Bimawan Syamsudin, SP. dalam tauziahnya menyampaikan materi kajian dengan tema "Mengenal KHGT – Kalender Hijriah Global Tunggal" yang bisa dipakai untuk pengajian, halaqah, atau diskusi. 

Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah sistem kalender Islam yang disepakati memberlakukan satu tanggal hijriah yang sama untuk seluruh dunia, atau lebih tepatnya satu dunia-satu hari-satu tanggal yang sama. Diharapkan dengan adanya KHGT umat Islam mengawali dan mengakhiri Ramadhan dan ber-Idul Adha pada hari yang sama. Selama ini terjadi perbedaan awal bulan karena perbedaan metode (rukyat lokal, hisab lokal, kriteria berbeda antar negara), jelasnya.

KHGT Kalender yang menggunakan prinsip satu matla’ global (wilayatul hukmi) jika hilal terlihat di satu titik bumi, maka berlaku untuk seluruh dunia.

Dengan menggunakan kriteria imkanur rukyat (kemungkinan terlihatnya hilal) yang disepakati secara ilmiah, bukan sekadar rukyat mata di tiap negara, paparnya.

Dasar pemikiran KHGT, 1. Dalil Syar’i : Hadis “Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah karena melihat hilal” (HR. Bukhari Muslim)  dipahami berlaku global, bukan lokal. Prinsip persatuan umat : “Umat Islam itu satu tubuh”. 2. Dalil Ilmiah : Hisab astronomi modern sudah mampu memprediksi posisi hilal secara akurat. Bumi itu satu, bulan juga satu, maka penanggalan mestinya satu, tambah Ustadz, 

Perbedaan KHGT dengan Sistem lain

Aspek KHGT sistem lokal (misal MABIMS) Matla’ Global (satu dunia) Lokal (per negara/wilayah). Kriteria Imkanur rukyat global Imkanur rukyat lokal (2°/3°/8 jam). Hasil Satu tanggal sedunia bisa berbeda antar negara. Keutamaan/Tujuan KHGT :  Mewujudkan persatuan umat Islam dalam ibadah, Menghilangkan kebingungan perbedaan hari raya, Memudahkan kalender global (pendidikan, haji, ekonomi syariah), Menggabungkan hisab dan rukyat secara proporsional.

Tantangan Penerapan KHGT : 1. Saat ini baru 60 negara yang menerapkan KHGT. 2. Negara masih berpegang pada otoritas lokal. 3. Perbedaan metode (hisab vs rukyat murni), pungkasnya.

Jadi KHGT bukan mengganti syariat, tapi metode penerapan syariat agar lebih maslahat dan menyatukan. Muhammadiyah telah mengadopsi KHGT sejak 2024, dan diharapkan menjadi langkah menuju kalender Islam pemersatu dunia, tutup Ustadz, seusai pengajian dilanjutkan salat Isya berjanaah, (Begug SW/pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar