Forum Keswa Gunungsari Sigap Tangani ODDP Mengamuk, Kolaborasi Lintas Sektor Berjalan Cepat dan Humanis
Wonogiri MR– Kepedulian terhadap kesehatan jiwa masyarakat kembali ditunjukkan oleh Forum Kesehatan Jiwa (Keswa) Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Forum yang berada di bawah naungan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) ini kembali bergerak cepat dalam menangani kasus Orang Dengan Dugaan Gangguan Psikologis (ODDP) yang mengamuk dan meresahkan lingkungan sekitar.
Peristiwa ini bermula dari laporan yang diterima melalui sambungan telepon dari Kepala Dusun (Kadus) dan Ketua RW setempat. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa seorang warga yang sebelumnya telah menunjukkan kondisi membaik, kembali mengalami kekambuhan akibat putus obat dan jarang melakukan kontrol kesehatan. Kondisi tersebut memicu perilaku agresif yang membahayakan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar.
Mendapat laporan tersebut, Kariman selaku penggerak Forum Keswa Gunungsari, Jatisrono segera mengambil langkah cepat dengan mengumpulkan tim untuk melakukan koordinasi dan menyusun strategi penanganan. Mengingat kondisi pasien yang tidak kooperatif, diperlukan pendekatan yang terukur, aman, dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.
Penanganan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor yang menunjukkan sinergi kuat antar lembaga. Tim yang terlibat terdiri dari Forum Keswa Gunungsari Jatisrono, Pemerintah Desa Tanggulangin yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Ibu Marsih, TKSK Jatisrono, jajaran Polsek dan Koramil Jatisrono, relawan Sibat PMI Desa Tanggulangin, Relawan Keduang Jatisrono, serta tim medis dari Puskesmas Jatisrono 1 yang dipimpin oleh dr. Bagus.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri melalui Mbak Ika serta Camat Jatisrono, Bapak Danang Sugiatmoko, S.ST., MM.
Proses penanganan berlangsung dengan cepat, hanya sekitar 15 menit. Namun demikian, tim sempat menghadapi kendala karena pasien menolak keluar dari rumah dan menunjukkan perlawanan. Demi keselamatan bersama, tim akhirnya mengambil tindakan tegas dengan mendobrak pintu rumah.
Setelah berhasil diamankan, pasien segera dibawa ke ambulans untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Di dalam ambulans, tim medis dari Puskesmas Jatisrono 1 langsung memberikan suntikan penenang guna menstabilkan kondisi pasien. Setelah itu, pasien segera dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arief Zainudin Surakarta untuk mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih intensif.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Kariman juga melakukan koordinasi administratif dengan pihak RSJD melalui layanan WhatsApp kepada petugas, Mbak Qorry, guna mempercepat proses penerimaan pasien. Setibanya di RSJD, pasien langsung ditangani oleh tim medis yang terdiri dari perawat dan dokter spesialis kejiwaan.
Keberhasilan penanganan ini tidak lepas dari kerja sama solid berbagai pihak yang terlibat. Dalam kesempatan tersebut, Forum Keswa Gunungsari menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi, antara lain Dinas Sosial Wonogiri, Forkompimcam Jatisrono, Pemerintah Desa Tanggulangin, Puskesmas Jatisrono 1, RSJD Surakarta, Relawan Sibat PMI Tanggulangin, Relawan Keduang Jatisrono, Forum Kedua Gunungsari, serta keluarga dan masyarakat sekitar yang turut membantu kelancaran proses evakuasi.
Kegiatan ini menjadi pengingat penting bahwa penanganan kesehatan jiwa membutuhkan kepedulian bersama. Tidak hanya tenaga medis, tetapi juga peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendeteksi dini, mendampingi, dan memberikan dukungan kepada individu yang mengalami gangguan kejiwaan.
Forum Keswa Gunungsari juga mengajak seluruh desa untuk mulai membentuk dan menyiapkan minimal satu hingga dua orang relawan kesehatan jiwa. Relawan ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membantu penanganan kasus-kasus serupa secara cepat, tepat, dan manusiawi.
“Memanusiakan manusia adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau bukan kita, siapa lagi?” menjadi pesan yang terus digaungkan sebagai semangat kolektif dalam membangun kepedulian terhadap kesehatan jiwa di tengah masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat dan kesadaran yang terus ditingkatkan, diharapkan penanganan ODDP di wilayah Wonogiri dan sekitarnya dapat semakin baik, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman, tenteram, dan penuh empati terhadap sesama.(Ari S //Pimred Cahyospirit)

























