BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

From Wonogiri to The World, Atik Nurfatmawati Bertekad Mengajak Mahasiswa Berpikir Global

Terpilih kembali sebagai Ketua STAIMAS Wonogiri untuk periode 2025–2029, Atik menegaskan bahwa kepemimpinan kali ini adalah fase penguatan dan akselerasi

Wonogiri MR -Langkah Atik Nurfatmawati, M.I.Kom, kembali menapaki lorong-lorong kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri bukan sekadar rutinitas seorang pimpinan. Atik memiliki tekad besar membawa STAIMAS melampaui batas lokal Wonogiri menuju panggung global.

Terpilih kembali sebagai Ketua STAIMAS Wonogiri untuk periode 2025–2029, Atik menegaskan bahwa kepemimpinan kali ini adalah fase penguatan dan akselerasi. Baginya, perguruan tinggi tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus berani bermimpi dan bergerak from local to the world.

“STAIMAS harus dikenal bukan hanya di Wonogiri, tetapi juga di tingkat internasional. Ini bukan mimpi, melainkan proses yang sedang dan terus kami bangun,” ujar Atik.

Upaya tersebut dimulai dari penguatan internal kampus. Koordinasi antar pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi fondasi utama agar seluruh sivitas akademika bergerak dalam satu visi yang sama. Atik meyakini bahwa internasionalisasi kampus harus ditopang oleh tata kelola internal yang solid dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Tak berhenti di dalam negeri, STAIMAS di bawah kepemimpinan Atik juga aktif membuka jejaring global. Salah satu langkah strategisnya adalah menjalin kolaborasi dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia. Kerja sama ini diperkuat melalui sinergi dengan Persatuan Pendukung Wawasan Negara (Pewana) Malaysia dan Taipei Economic and Cultural Office (TETO), sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik dan budaya bagi mahasiswa.

Internasionalisasi juga diterjemahkan secara konkret melalui penguatan kompetensi bahasa asing mahasiswa. STAIMAS mengirim mahasiswa ke Pare, Kediri yang dikenal sebagai Kampung Inggris untuk mengikuti program intensif Bahasa Inggris. Setelah itu, pembelajaran bahasa asing dilanjutkan secara berkelanjutan di kampus. Tidak hanya itu, mahasiswa juga diberi kesempatan mengikuti program pembelajaran dan pengalaman akademik di Malaysia.

Bagi Atik, mahasiswa adalah wajah masa depan STAIMAS. Karena itu, mereka harus dipersiapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan wawasan global. “Mahasiswa STAIMAS harus berani bersaing dan tampil di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaannya,” tegasnya.

Periode kepemimpinan 2025–2029 menjadi babak penting bagi STAIMAS Wonogiri. Dengan visi global, jejaring internasional, dan penguatan kualitas mahasiswa, Atik menapaki kembali amanah kepemimpinan dengan satu tujuan besar, menjadikan STAIMAS sebagai kampus yang berakar kuat di Wonogiri, namun terus mengglobal. (Ervinar Rahmawati/ Pimred Cahyospirit )



















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar