KUA Jatipurno Goes to School, Bekali 120 Siswa SMK ISS dengan Edukasi BRUS untuk Menyiapkan Masa Depan
Jatipurno , Wonogiri KMR– Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatipurno menggelar program KUA Jatipurno Goes to School melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMK ISS Jatipurno, Rabu (5/8/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti sebanyak 120 siswa kelas XII dari seluruh jurusan sebagai bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada remaja menjelang memasuki fase kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah.
Kegiatan BRUS tersebut menjadi momentum strategis untuk membekali para siswa dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, pembentukan karakter, pergaulan remaja, serta kesiapan menghadapi kehidupan berkeluarga. Pembinaan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara KUA, Puskesmas, PLKB, satuan pendidikan, serta unsur pemerintahan dan keamanan di Kecamatan Jatipurno.
Kepala KUA Jatipurno H. Andi Firmansyah, S.Ag., M.Si. menuturkan, melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Jatipurno berharap para remaja memiliki bekal pengetahuan yang komprehensif, baik dari sisi kesehatan, perencanaan masa depan, maupun penguatan karakter keislaman. Sinergi antara Puskesmas, Penyuluh Agama Islam, dan PLKB diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta siap menyongsong masa depan dengan perencanaan yang matang
Selain jajaran KUA Kecamatan Jatipurno, kegiatan pembukaan dihadiri oleh sejumlah unsur penting di Kecamatan Jatipurno, antara lain Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, S.Kom. dan jajaran Forkopimcam, Kepala SMK ISS Jatipurno, Riyanto, S.P.. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama dalam memberikan perhatian terhadap pembinaan dan masa depan generasi muda.
Dhana menyampaikan agenda kali ini merupakan sebuah sinergi dari berbagai pihak yang menjadi modal utama dalam membersamai masyarakat agar semakin baik. "Harapannya apa yang kita laksanakan menghasilkan output yang konkret," imbuh Dhana.
Kegiatan dipandu oleh Eka Yuni Purwati, S.Pd.I., M.Pd. selaku moderator. Adapun materi disampaikan oleh narasumber dari berbagai bidang sehingga peserta memperoleh perspektif yang lebih lengkap mengenai kehidupan remaja.
Dari Puskesmas Jatipurno, materi kesehatan reproduksi remaja disampaikan oleh Ruswati, S.Tr.Bdn. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai masa remaja sebagai fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, mental, dan sosial. Kesehatan reproduksi remaja dipahami sebagai kondisi sehat yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi.
Dalam penyampaiannya, Ruswati juga memberikan edukasi mengenai berbagai persoalan yang dapat dihadapi remaja, mulai dari perubahan fisik dan psikologis, kesehatan reproduksi, infeksi saluran reproduksi, HIV/AIDS, narkoba, hingga risiko pergaulan yang tidak sehat. Peserta didorong untuk mampu menjaga diri dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab demi kesehatan serta masa depan mereka. Materi juga menekankan pentingnya menghindari hubungan seksual sebelum menikah dan menjauhi narkoba.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Jatipurno, M. Mu'alim, S.Sy., memberikan penguatan karakter dan nilai keagamaan melalui materi BRUSH: Menentukan Masa Depan Gemilang.
Mu'alim mengajak para siswa untuk membangun karakter pemuda Qur'ani melalui lima nilai utama, yaitu Beriman, Rencana, Ulet, Sungguh-sungguh, dan Hijrah. Nilai tersebut menjadi kerangka dalam membentuk pola pikir, etos kerja, spiritualitas, serta keberanian untuk melakukan perubahan positif dalam kehidupan.
Para siswa juga diajak untuk memiliki visi dan perencanaan masa depan (life map). Menurut konsep BRUSH, pemuda tidak seharusnya hanya mengikuti arus kehidupan, tetapi perlu menentukan tujuan, menyusun rencana, melakukan evaluasi, serta mempersiapkan keberhasilan dunia dan akhirat secara seimbang.
Materi berikutnya disampaikan oleh PLKB Kecamatan Jatipurno, Azizah Miftahurrahmah, S.K, mengenai Generasi Berencana (GenRe). Peserta diajak memahami bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam perjalanan kehidupan sekaligus masa yang memiliki berbagai tantangan. Remaja merupakan bagian penting dari sumber daya manusia dan calon generasi penerus bangsa, tetapi pada saat yang sama juga rentan menghadapi berbagai persoalan dan perilaku berisiko.
Melalui materi GenRe, peserta diajak mengenali berbagai tantangan yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini, seperti bullying, rendahnya kepercayaan diri, pornografi, kekerasan seksual, penggunaan media sosial secara berlebihan, FOMO, serta persoalan hubungan atau pacaran yang tidak sehat.
Edukasi GenRe juga menanamkan pentingnya menjadi remaja yang sehat, cerdas, dan ceria, sekaligus memiliki perencanaan kehidupan yang matang.
Kepala SMK ISS, Riyanto, S.P., berharap kegiatan BRUS di SMK ISS Jatipurno tidak sekadar memberikan pengetahuan kepada peserta, tetapi dapat membangun kesadaran bahwa memasuki masa dewasa membutuhkan kesiapan. Termasuk ketika kelak memasuki kehidupan pernikahan, diperlukan kesiapan fisik, psikologis, sosial ekonomi, dan spiritual.(NDR /Ari S /Pimred Cahyospirit)

.jpg)











.jpg)