Geger di Waduk Tandon Selogiri, Ribuan Ikan Mati Mengapung Diduga Akibat Debit Air Menurun dan Cuaca Panas Ekstrem
Wonogiri KMR – Warga di sekitar Waduk Tandon, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, digegerkan dengan fenomena matinya ribuan ikan yang mengapung di tepian waduk sejak Senin Pemandangan tersebut mengundang perhatian masyarakat yang datang untuk melihat secara langsung kondisi waduk yang dipenuhi bangkai ikan.
Sejak pagi hari, ribuan ikan terlihat mengambang di sejumlah titik di pinggiran waduk. Selain menimbulkan pemandangan yang memprihatinkan, bangkai ikan juga mulai mengeluarkan bau menyengat sehingga membuat warga sekitar merasa tidak nyaman.
Salah seorang warga sekitar, Agus, mengatakan bahwa ikan-ikan mati pertama kali terlihat mengapung pada Senin pagi. Jumlahnya terus bertambah hingga memenuhi beberapa bagian tepian waduk.
"Sejak Senin pagi ikan-ikan sudah terlihat mati dan mengapung di pinggiran waduk. Jumlahnya sangat banyak, hampir di setiap sisi terlihat ikan mengambang," ujar Agus.
Menurutnya, kondisi tersebut baru kali ini terjadi dalam jumlah yang sangat besar. Warga menduga kematian massal ikan dipicu oleh menurunnya debit air waduk yang diperparah dengan cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir.
Waduk Tandon Selogiri sendiri merupakan waduk yang telah ada sejak masa pendudukan Jepang dan hingga kini masih dimanfaatkan sebagai sumber air sekaligus menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Namun, memasuki musim kemarau, volume air di waduk mengalami penyusutan cukup signifikan.
Debit air yang semakin rendah menyebabkan kualitas air diduga ikut menurun. Ditambah suhu udara yang cukup tinggi pada siang hari, kondisi tersebut diperkirakan mengurangi kadar oksigen terlarut di dalam air sehingga mengakibatkan ribuan ikan tidak mampu bertahan hidup.
Fenomena kematian ikan secara massal ini menjadi perhatian masyarakat sekitar. Warga berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan untuk memastikan penyebab pasti kematian ikan sekaligus mengambil langkah penanganan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.
Selain itu, bangkai ikan yang terus mengapung juga dikhawatirkan akan mencemari perairan apabila tidak segera dibersihkan. Warga berharap proses evakuasi bangkai ikan dapat segera dilakukan guna mengurangi bau tidak sedap dan menjaga kebersihan lingkungan waduk.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti matinya ribuan ikan di Waduk Tandon Selogiri. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada kombinasi penurunan debit air akibat musim kemarau serta suhu panas yang cukup ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perairan, terutama saat musim kemarau ketika kondisi lingkungan mengalami perubahan yang cukup drastis. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan ekosistem Waduk Tandon Selogiri dapat segera pulih.(Ari S/Pimred Cahyospirit)


.jpg)











