Pertemuan Komunitas Bisnis Bersama PNM ULaMM Jatisrono Dorong Semangat UMKM
Wonogiri KMR – Upaya memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya diwujudkan dalam pertemuan komunitas bisnis dalam pembuatan kerupuk ceker yang digelar bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ULaMM Unit Jatisrono pada Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan berlangsung di kediaman Bapak Wahyu Santosa / Ibu Yarti di Dukuh Gathon, Desa Waru, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Pertemuan tersebut diikuti sebanyak 25 peserta, yang mayoritas merupakan ibu-ibu PKK dari Desa Waru dan sekitarnya. Suasana berlangsung hangat, penuh semangat, serta diwarnai antusiasme peserta yang ingin menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha rumahan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Narto dari PT PNM ULaMM Unit Jatisrono serta Wahyu Kurniawan selaku Marketing PNM ULaMM. Kehadiran mereka menjadi bentuk komitmen PNM dalam mendukung tumbuh dan berkembangnya usaha mikro melalui akses pembiayaan sekaligus pendampingan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bapak Narto menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat belajar dan kemauan untuk mengembangkan usaha merupakan modal penting dalam membangun ekonomi keluarga yang lebih mandiri.
"PNM ULaMM tidak hanya memberikan fasilitas permodalan kepada pelaku UMKM, tetapi juga terus melakukan pendampingan agar para nasabah memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif," ungkap Bapak Narto.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan, inovasi, dan konsistensi pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan dan pertemuan komunitas seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat.
Sebagai narasumber utama, Sugiyanto, SH memberikan materi mengenai teknik pembuatan kerupuk ceker yang baik, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan yang higienis, teknik pengeringan, hingga proses pengemasan agar menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Tidak hanya membahas proses produksi, Sugiyanto juga memberikan materi mengenai strategi pemasaran produk. Peserta mendapatkan berbagai wawasan mengenai pentingnya membangun merek produk, menentukan harga yang kompetitif, menjaga kualitas secara konsisten, serta memanfaatkan media sosial dan pemasaran digital sebagai sarana memperluas jangkauan pasar.
Selama sesi berlangsung, para peserta terlihat aktif mengikuti pemaparan materi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait teknik produksi, pengemasan, hingga cara memperoleh pelanggan baru. Diskusi berlangsung interaktif sehingga memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru bagi para peserta.
Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkala sehingga mampu meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat menambah pendapatan keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk memulai maupun mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Kerupuk ceker dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan apabila dikelola secara profesional, didukung kualitas produk yang baik, serta strategi pemasaran yang tepat.
Pertemuan komunitas bisnis ini menjadi bukti nyata sinergi antara PNM ULaMM dengan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Dengan adanya dukungan permodalan yang disertai pendampingan berkelanjutan, diharapkan para pelaku usaha mampu meningkatkan skala usahanya, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wonogiri.(Cahyospirit)















