BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Irigasi Perpipaan Diharapkan Tingkatkan Indeks Tanam Petani di Wonogiri Menjadi Tiga Kali Setahun

Dinas Pertanian terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dengan mengembangkan sistem irigasi perpipaan 

Wonogiri KMR– Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Pertanian terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dengan mengembangkan sistem irigasi perpipaan di berbagai wilayah. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan intensitas tanam,Senin (13/7/2026) .

(Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, BAROTO EKO PUJANTO, S.P., M.Si,)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, BAROTO EKO PUJANTO, S.P., M.Si, mengatakan bahwa keberadaan irigasi perpipaan menjadi salah satu solusi dalam mengatasi keterbatasan air, khususnya pada lahan pertanian yang selama ini hanya mengandalkan air hujan atau memiliki akses irigasi yang terbatas.

Menurutnya, dengan adanya sistem irigasi perpipaan yang memanfaatkan sumber air permukaan, petani dapat memperoleh pasokan air yang lebih stabil sehingga musim tanam dapat ditingkatkan. Jika sebelumnya lahan pertanian rata-rata hanya mampu ditanami padi sebanyak dua kali dalam setahun, kini diharapkan dapat meningkat menjadi tiga kali tanam.

"Harapan kami, melalui pembangunan irigasi perpipaan ini, indeks tanam yang semula dua kali dalam setahun dapat meningkat menjadi tiga kali. Dengan demikian produktivitas pertanian juga akan semakin baik," ujar BAROTO EKO PUJANTO pada Senin (13/7/2026).

Salah satu contoh keberhasilan pelaksanaan program tersebut berada di Kelompok Tani (Poktan) Lambang Sari, Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri. Pada hari ini pemasangan jaringan pipa irigasi telah selesai dilaksanakan sehingga air permukaan dapat langsung dialirkan menuju areal persawahan.

Keberadaan jaringan perpipaan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para petani. Air kini dapat menjangkau lahan pertanian seluas sekitar 15 hektare yang sebelumnya mengalami keterbatasan pasokan air. Bahkan, beberapa petak sawah di lokasi tersebut telah berhasil memasuki masa panen sebagai bukti bahwa pemanfaatan irigasi berjalan dengan baik.

Dengan tersedianya air secara lebih merata, petani memiliki peluang lebih besar untuk mengoptimalkan pola tanam, mempercepat masa tanam berikutnya, serta mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air. Selain meningkatkan indeks tanam, sistem irigasi perpipaan juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri optimistis bahwa pengembangan irigasi perpipaan akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produksi padi di daerah. 

Dengan pengelolaan air yang lebih efektif, produktivitas lahan diperkirakan mampu mencapai sekitar 7 ton gabah per hektare, sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Kabupaten Wonogiri.

Melalui sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat, pembangunan sarana irigasi perpipaan diharapkan terus berkembang ke berbagai wilayah lain yang memiliki potensi sumber air permukaan. 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri dalam mewujudkan pertanian yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan. (Cahyospirit)



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar