BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Cegah Bullying Sejak MPLS, Mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri Tanamkan Budaya Saling Menghargai di SMP PK Muhammadiyah Pracimantoro

Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 07 STAIMAS Wonogiri Kelompok 6 melalui Sosialisasi Anti Bullying bertema "Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Bebas Bullying" di Aula SMP PK Muhammadiyah Pracimantoro

Pracimantoro,Wonogiri KMR– Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan dimulai sejak hari pertama peserta didik memasuki bangku sekolah. Komitmen tersebut diwujudkan Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 07 STAIMAS Wonogiri Kelompok 6 melalui Sosialisasi Anti Bullying bertema "Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Bebas Bullying" di Aula SMP PK Muhammadiyah Pracimantoro, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini diikuti 47 peserta didik baru kelas VII. Sosialisasi dirancang untuk membangun kesadaran bahwa sekolah harus menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan menghargai setiap perbedaan.

Sebelum kegiatan dimulai, rombongan mahasiswa KPM diterima Kepala SMP PK Muhammadiyah Pracimantoro, Ustaz Ivan Susanto, M.Pd. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menghadirkan edukasi tentang pencegahan bullying sejak awal tahun ajaran.

Menurutnya, pembentukan karakter peserta didik tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penanaman nilai saling menghormati dan menghargai sesama sejak mengikuti MPLS.

Acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta ice breaking yang dipandu moderator Muhammad Reza Saputra. Suasana yang cair dimanfaatkan untuk mengajak peserta memahami pentingnya menerima keberagaman suku, agama, budaya, maupun latar belakang setiap teman di lingkungan sekolah.

Materi utama disampaikan oleh M. Ibnu Naufal Maskuri, M.Sos. Ia menjelaskan bahwa bullying bukan hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan, pengucilan sosial, hingga media digital (cyberbullying). Menurutnya, banyak tindakan perundungan justru berawal dari candaan yang dianggap sepele.

"Ingat, kita hidup di Indonesia yang kaya akan suku dan agama. Kita harus berteman dengan siapa pun tanpa memandang perbedaan. Hari ini kita sepakat tidak ada lagi tindakan bullying. Jangan lagi mengejek nama orang tua atau memanggil teman dengan sebutan yang buruk. Mulai hari ini, mari saling menghargai," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam kasus bullying tidak hanya korban yang terdampak, tetapi juga pelaku maupun saksi. Karena itu, peserta didik didorong berani mengatakan "Stop!" ketika melihat tindakan perundungan, memberikan dukungan kepada korban, serta segera melaporkan kejadian kepada guru maupun orang tua agar dapat ditangani secara tepat.

Sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, hingga menceritakan pengalaman mengenai perilaku yang selama ini mereka anggap sekadar bercanda, padahal termasuk bentuk bullying. Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya pemahaman siswa mengenai pentingnya menciptakan budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

Sebagai penutup, seluruh peserta bersama narasumber menyatakan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk perundungan. Deklarasi tersebut menjadi simbol dimulainya budaya sekolah yang lebih ramah, aman, dan menghargai setiap individu sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMP PK Muhammadiyah Pracimantoro.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM 07 STAIMAS Wonogiri berharap para peserta didik tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berani mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan mahasiswa diharapkan terus diperkuat guna mewujudkan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter. (Al Azizah Fatimah/Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar