Tragis,Bocah 11 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Warga Dawung Sragen Berduka
SRAGEN KMR – Warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, digemparkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah perempuan berusia 11 tahun pada Jumat (5/6/2026) sore. Anak yang masih berstatus sebagai siswi kelas V sekolah dasar tersebut ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Dukuh Bromoasri RT 023.
Peristiwa yang mengejutkan warga itu pertama kali diketahui oleh ibu korban, Dewi, yang baru pulang dari tempat kerjanya sekitar pukul 16.00 WIB. Saat memasuki rumah, ia mendapati putrinya sudah tergeletak tidak bernyawa di atas kasur yang digelar di lantai rumah.
Temuan tersebut sontak membuat sang ibu histeris. Dalam kondisi syok, ia segera meminta bantuan kepada anggota keluarga dan warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.
Menurut keterangan keluarga, korban sehari-hari berada di rumah saat kedua orang tuanya bekerja. Sang ibu diketahui bekerja di sebuah pabrik, sedangkan ayah korban berprofesi sebagai buruh panen padi.
Kakek korban, Wagito (59), mengungkapkan bahwa kondisi cucunya saat ditemukan sangat memprihatinkan. Pada tubuh korban terlihat sejumlah luka yang diduga disebabkan oleh benda tajam, terutama di bagian wajah. Selain itu, di sekitar lokasi ditemukan bercak darah pada kasur serta sejumlah jejak kaki yang terlihat di lantai rumah.
"Kondisinya sangat membuat kami terpukul. Kami tidak menyangka kejadian seperti ini bisa menimpa keluarga kami," ujar Wagito dengan nada sedih.
Tidak hanya itu, keluarga juga melaporkan hilangnya satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna biru yang biasa digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Hilangnya kendaraan tersebut memunculkan dugaan bahwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia telah terjadi tindak kriminal di lokasi kejadian.
Kabar mengenai peristiwa tersebut dengan cepat menyebar ke masyarakat sekitar. Warga yang mendengar informasi itu segera mendatangi lokasi untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Suasana duka dan keprihatinan tampak menyelimuti lingkungan sekitar rumah korban.
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto,kepada mengatakan dirinya menerima laporan dari ketua RT mengenai adanya dugaan perampokan yang terjadi di rumah korban. Setelah menerima informasi tersebut, pihak pemerintah desa langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan menuju lokasi kejadian.
"Saat kami datang, warga sudah cukup banyak berkumpul di sekitar rumah. Selanjutnya kami membantu proses pengamanan lokasi agar penyelidikan dapat berjalan dengan lancar," kata Aris.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian melakukan pengamanan area dengan memasang garis polisi. Warga diminta untuk tidak mendekati tempat kejadian perkara guna menghindari rusaknya barang bukti yang dapat membantu proses penyelidikan.
Aris menambahkan bahwa keberadaan sejumlah jejak kaki di dalam rumah menjadi salah satu temuan yang menarik perhatian. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh dugaan mengenai jumlah maupun identitas pelaku sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk mengungkapnya.
"Memang ditemukan beberapa jejak kaki di dalam rumah. Namun, kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian," ujarnya.
Korban diketahui masih mengenakan seragam pramuka saat ditemukan. Fakta tersebut menunjukkan bahwa korban kemungkinan baru saja pulang dari aktivitas sekolah sebelum peristiwa itu terjadi.
Penanganan kasus ini langsung mendapat perhatian dari jajaran Polres Sragen. Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari bersama Kasatreskrim AKP Catur Agus Yudo Praseno turun langsung ke lokasi untuk memimpin olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi-saksi.
Tim identifikasi kepolisian melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di area rumah guna mencari petunjuk yang dapat membantu mengungkap kronologi kejadian. Sejumlah barang bukti juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga kini, polisi masih bekerja mengumpulkan informasi dan mendalami berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan kasus tersebut. Aparat belum memberikan kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kematian korban maupun motif yang melatarbelakangi peristiwa itu.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mempercayakan penanganan kasus kepada aparat yang berwenang. Sementara itu, keluarga korban berharap pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut dapat segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat Desa Dawung. Warga berharap penyelidikan dapat segera mengungkap fakta yang sebenarnya sehingga memberikan kejelasan dan keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan.
Catatan: Karena penyelidikan masih berlangsung, penggunaan istilah seperti diduga, kemungkinan, dan belum ada kesimpulan resmi penting untuk menjaga akurasi serta menghindari pemberitaan yang berpotensi menghakimi pihak tertentu sebelum ada hasil penyidikan resmi dari kepolisian.(Heri /Pimred Cahyospirit)
