BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ranting (PRM) Jetis-2 dan Turba PCM Sukoharjo Gelar Pengajian.

Kajian bersama ustadz H. Wiwaha Aji Santosa, S.Pd, (Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo)

Sukoharjo KMR - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) merupakan lini terdepan dalam menyebarkan ajaran Islam dan menjalankan misi dakwah amar ma'ruf nahi munkar secara langsung kepada warga Muhammadiyah dan masyarakat umum. 

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jetis-2 dan Turba Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukoharjo menggelar Kajian bersama ustadz H. Wiwaha Aji Santosa, S.Pd, (Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo), bertempat di Masjid Al-Amin Kp. Denokan, Kelurahan Jetis, Sukoharjo dihadiri ratusan jamaah, Jum'at malam, (26/6/26) .



Kajian dihadiri sesepuh pinisepuh PCM Sukoharjo dan lingkungan masjid Al-Amin, Ustadz H. Wiwaha Aji Santosa, S.Pd.(Wakil Ketua PDM Sukoharjo), H. Shodiqul Amin, S.Pd. (Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukoharjo) beserta pengurus, ketua PRM Jetis-1(H. Suryanto, ST.), Ketua PRM Jetis-2 (Ir. H. Rudy Setyohadi, Kusyanto, SH. (ketua Takmir Masjid Al-Amin beserta pengurus), Ketua PCPM beserta pengurus, PCA, Aisyiyah dan PRM Jetis 1 dan 2, jamaah pengajian rutin malam Sabtu beserta Irmas maupun Kokam.

Acara diawali tahsin yang sampaikan  oleh Muhammad Zahid Hanif, S.Kom

 membacakan surat Al-Kahfi ayat 1 sampai 10.

Ketua takmir masjid Al-Amin (Kusyanto, SH.) menyampikan, Puji syukur Alhamdulillah atas rahmat dan hidayah Allah SWT yang diberikan kepada kita sehingga dapat menghadiri tulabul ilmi malam hari ini. Kami mewakili semua pengurus, selaku tuan rumah mengucapkan terima kasih yang mana diberikan kepercayaan sebagai tempat kajian dan mohon maaf kepada PCM, PRM jetis 1 dan 2 apabila kurang berkenan dalam penerimaan dan saya sangat senang kehadiran bp ibu, semoga kepada jamaah masjid Al-Amin ini menjadi motivasi atas kedatangan jamaah dan PCM Sukoharjo juga dari Jetis sehingga lebih neningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Sambutan H. Shodiqul Amin, S.Pd. (Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukoharjo), menyampaikan maksud dan tujuan Muhammadiyah diadakan? Adalah menjunjung tinggi agama islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dan memeluk memegang erat jangan sampai lepas,  terus diangkat biar luhur. 

Kemudian apa Turba? adalah turun kebawah artinya dari Cabang ke Ranting agar dimengerti bahwa di Kelurahan Jetis ada PRM 1 dan 2 untuk mengetahui keberadaan keorganisasian. Perlu diingat sebaik baiknya manusia, orang yang bisa memberi manfaat kepada orang lain, bukan memberi Sebaliknya, menghindari mudharat (bahaya atau kerugian) berarti menjaga diri kita agar tidak merugikan orang lain, baik secara fisik, lisan, maupun mental.

Dalam kajian Ustadz H. Wiwaha Aji Santosa, S.Pd. menyampaikan, tema "Islam Berkemajuan, Mencerahkan Semesta", intinya  berakar dari spirit rahmatan lil alamin untuk membawa kemajuan peradaban dan membebaskan umat dari keterbelakangan. Ini adalah komitmen menjadikan Islam sebagai agama yang memajukan kehidupan, menyebarkan nilai toleransi, dan membawa kebaikan bagi seluruh alam.

Kajian ini dapat dijabarkan ke dalam beberapa pilar strategis :

"Pendidikan dan Iptek". Mendorong penguasaan ilmu pengetahuan modern yang dilandasi nilai spiritualitas untuk membangun peradaban yang unggul, papar Ustadz. 

"Etos Sosial dan Kemanusiaan". Aksi nyata dalam filantropi, pengentasan kemiskinan, serta pembelaan terhadap kaum lemah (mustadhafin) tanpa memandang latar belakang.

"Moderasi Beragama".  Mempraktikkan Islam yang wasathiyah (moderat), toleran, serta menjauhi ekstremisme dan radikalisme.

"Kelestarian Lingkungan". Menjadikan ajaran Islam sebagai panduan menjaga bumi dari kerusakan, perubahan iklim, dan eksploitasi alam, tambahnya.

Islam Berkemajuan, Mencerahkan Semesta" adalah visi Islam yang diusung oleh Muhammadiyah. Konsep ini didasarkan pada 5 prinsip utama : 1. Berlandaskan Tauhid : Menegakkan tauhid yang murni, bersih dari segala bentuk syirik, tahayul, dan khurafat. 2. Bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah: Menjadikan keduanya sebagai rujukan utama dalam memahami dan menjalankan agama. 3. Menghidupkan Ijtihad dan Tajdid : Terbuka terhadap pembaruan untuk merespons dinamika zaman tanpa mengubah prinsip dasar agama. 4. Mengembangkan Wasatiyah : Menerapkan prinsip Islam yang moderat, toleran, seimbang, dan menghindarkan diri dari sikap ekstrem. 5. Mewujudkan Rahmat bagi Seluruh Alam : Menghadirkan Islam sebagai pembawa kebaikan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh umat manusia, pungkasnya. (Begug SW)/Pimpred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar