Menimba Integritas dari Kampus, Dosen STAIMAS Wonogiri Ikuti SPARK Camp OJK Solo
Surakarta KMR— Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia keuangan dan pemerintahan, integritas menjadi salah satu fondasi utama yang menentukan kualitas kepemimpinan masa depan. Kesadaran inilah yang mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo menghadirkan kegiatan SPARK Class on Campus (SPARK Camp) Road to Risk and Governance Summit (RGS) 2026 dengan tema The Guardian of Governance: Membangun Integritas Pemimpin Masa Depan.
Bertempat di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa, dosen, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Solo Raya. Mereka diajak untuk memahami lebih dalam mengenai tata kelola organisasi, manajemen risiko, serta pentingnya menjaga integritas dalam setiap aspek kehidupan profesional.
Di antara peserta yang hadir, tampak perwakilan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri, Mutia Azizah, yang mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk komitmen kampus dalam memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat jejaring dengan lembaga strategis seperti OJK.
Bagi STAIMAS Wonogiri, keikutsertaan dalam forum semacam ini bukan sekadar menghadiri seminar. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang mempertemukan dunia pendidikan dengan praktik tata kelola yang diterapkan dalam lembaga negara dan sektor jasa keuangan.
Kegiatan SPARK Camp menghadirkan Sophia Wattimena, Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, sebagai pembicara utama. Dalam kuliah umumnya, ia menekankan bahwa integritas bukan hanya nilai moral yang diajarkan di ruang kelas, melainkan kompetensi yang harus dibangun dan dijaga secara konsisten oleh setiap calon pemimpin.
Menurutnya, tata kelola yang baik tidak akan berjalan tanpa individu-individu yang memiliki komitmen terhadap kejujuran, akuntabilitas, dan tanggung jawab. Di era yang semakin kompleks, pemimpin dituntut tidak hanya mampu mengambil keputusan, tetapi juga memahami risiko yang menyertainya serta memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai prinsip-prinsip governance.
Suasana auditorium berlangsung dinamis ketika peserta diberi kesempatan berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait tantangan tata kelola di berbagai sektor. Diskusi tersebut memperlihatkan tingginya antusiasme generasi muda dalam memahami isu-isu governance yang selama ini sering dianggap hanya relevan bagi kalangan profesional.
Selain kuliah umum, peserta juga memperoleh materi mengenai pengelolaan risiko, penguatan budaya risiko (risk culture), serta berbagai praktik terbaik yang diterapkan dalam sektor jasa keuangan. Materi-materi tersebut memberikan gambaran bahwa keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mencapai target, tetapi juga oleh kemampuan mengelola risiko secara tepat dan bertanggung jawab.
Bagi perguruan tinggi, wawasan seperti ini menjadi semakin penting. Kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan integritas yang kuat. Melalui kegiatan SPARK Camp, nilai-nilai tersebut diperkuat dengan perspektif praktis yang berasal langsung dari regulator sektor keuangan nasional.
Keikutsertaan STAIMAS Wonogiri dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan institusi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat ditransformasikan ke lingkungan kampus melalui proses pembelajaran, diskusi akademik, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Di tengah tuntutan zaman yang terus berubah, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga seperti OJK menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan. Pemimpin yang tidak hanya cerdas dan inovatif, tetapi juga mampu menjadi penjaga integritas serta tata kelola yang baik bagi organisasi dan masyarakat.
Melalui SPARK Camp Road to RGS 2026, pesan tersebut tersampaikan dengan jelas: membangun masa depan yang kuat harus dimulai dari membangun karakter dan integritas sejak di bangku kuliah. Sebab, di tangan generasi muda yang berintegritas, tata kelola yang baik akan menemukan penjaga terbaiknya.(NDR /Pimred Cahyospirit)
