BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Inovasi Camilan Sehat untuk Penderita Hipertensi, Mahasiswa KKN Tematik FIK UMS Kenalkan Puding Labu Kuning di Desa Luwang

KKN Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kelompok 27 

Sukoharjo KMR– Mahasiswa KKN Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kelompok 27 memperkenalkan inovasi camilan sehat bagi penderita hipertensi melalui demonstrasi pembuatan puding labu kuning di Desa Luwang, Kecamatan Gatak, Selasa (23/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan kesehatan hipertensi yang diikuti oleh 23 kader kesehatan dari perwakilan setiap dukuh di Desa Luwang.

Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pola makan sehat dalam pengendalian hipertensi. Selain edukasi kesehatan dan aktivitas fisik, pemilihan makanan sehari-hari juga menjadi faktor penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dijumpai di masyarakat. Penyakit ini sering disebut sebagai _silent killer_ karena sering tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Sebagai salah satu bentuk intervensi nonfarmakologis, mahasiswa KKN menghadirkan demonstrasi pembuatan puding labu kuning sebagai alternatif camilan sehat yang mudah dibuat dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya penderita hipertensi.

Labu kuning dipilih karena mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti serat, kalium, vitamin A, dan antioksidan. Kandungan kalium pada labu kuning diketahui dapat membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh sehingga berpotensi mendukung pengendalian tekanan darah.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Diva, mengungkapkan bahwa pemilihan puding labu kuning sebagai inovasi camilan sehat didasarkan pada kandungan gizinya yang bermanfaat bagi penderita hipertensi.

“Puding labu kuning dipilih karena kaya akan kalium, serat, dan antioksidan yang baik untuk membantu mengontrol tekanan darah. Selain itu, bahan ini mudah ditemukan, memiliki rasa yang disukai masyarakat, dan dapat diolah menjadi camilan sehat yang praktis bagi penderita hipertensi,” ungkap Diva.

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa KKN memperagakan secara langsung proses pembuatan puding labu kuning, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian. Selain menggunakan bahan yang mudah diperoleh, camilan ini juga dinilai praktis, bergizi, dan tetap memiliki cita rasa yang lezat.

Para kader kesehatan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya memperhatikan proses pembuatan, tetapi juga aktif bertanya mengenai bahan, cara pengolahan, serta manfaat puding labu kuning bagi penderita hipertensi.

Salah satu kader kesehatan Desa Luwang menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut memberikan wawasan baru mengenai alternatif camilan sehat yang mudah diterapkan di rumah.

“Melalui demonstrasi ini, kami memperoleh pengetahuan baru tentang pemanfaatan labu kuning sebagai camilan sehat. Proses pembuatannya cukup sederhana sehingga dapat diterapkan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” ungkap salah satu kader kesehatan Desa Luwang.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Tematik FIK UMS Kelompok 27 berharap inovasi puding labu kuning dapat menjadi salah satu alternatif camilan sehat yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Dengan pola makan yang lebih sehat, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga tekanan darah guna mencegah komplikasi hipertensi serta mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik.(Salma Wandha/KKN Tematik FIK UMS Kelompok 27/Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar