Upacara Sakral Sadranan Desa Kebon Digelar Khidmat, Wujud Pelestarian Budaya dan Kerukunan Antarumat Beragama
Klaten MR - Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten kembali menggelar upacara sakral Sadranan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama beberapa hari, dimulai sejak hari Jumat hingga Minggu, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun status sosial.
Kegiatan diawali pada hari Jumat dengan prosesi besik-besik atau pembersihan makam leluhur. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa dan menjadi bagian penting dalam sejarah Desa Kebon. Prosesi besik-besik dilanjutkan kembali pada hari Sabtu, di mana warga secara gotong royong membersihkan area makam dengan penuh kekeluargaan dan rasa kebersamaan.
Memasuki hari Minggu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan tarub, yakni pemasangan terob di sekitar area makam. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian panitia dan warga terhadap kenyamanan para ahli waris dan peziarah, terutama mengingat kondisi cuaca beberapa hari sebelumnya yang diguyur hujan sepanjang hari. Dengan adanya tarub, diharapkan seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar tanpa terganggu cuaca.
Pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, nuansa kebersamaan semakin terasa dengan digelarnya kegiatan keagamaan yang diikuti oleh umat Katolik Santo Mikael dari Desa Kebon. Kehadiran umat Katolik dalam rangkaian upacara sakral Sadranan ini menjadi simbol kuatnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang telah lama terjalin di Desa Kebon.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan pada malam hari dengan dzikir dan tahlil bersama yang dilaksanakan di Gedung Intan Atas Sendiri, diikuti oleh warga masyarakat RW 01. Suasana khusyuk dan penuh doa menyelimuti kegiatan tersebut sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga desa.
Tidak berhenti di situ, pada pagi harinya kegiatan dzikir dan tahlil kembali dilaksanakan di Masjid Konang. Selanjutnya, doa bersama juga digelar di Kembul Bujono, tepatnya di pelataran Makam Panembahan Minanglase. Seluruh rangkaian doa ini menjadi penutup dari prosesi spiritual dalam upacara sakral Sadranan ,(2/2/2026 ).
Panitia dan masyarakat Desa Kebon berharap agar upacara sakral Sadranan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi ikon budaya Desa Kebon. Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu objek wisata budaya, tidak hanya bagi masyarakat Kecamatan Bayat, tetapi juga bagi masyarakat luas di Kabupaten Klaten.
Sebagai bagian dari pelestarian budaya yang telah berjalan turun-temurun, Desa Kebon juga berencana menggelar kegiatan budaya lainnya, termasuk upacara pesantren yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 mendatang di wilayah Dukuh Serut, Desa Kebon. Untuk tema tahun ini, panitia mengangkat pemberdayaan masyarakat sebagai fokus utama.
Wujud nyata dari tema tersebut terlihat dari partisipasi warga di tingkat RT yang membawa gulungan hasil bumi. Hasil bumi tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat dan pengunjung upacara adat sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Panitia berharap, ke depan kegiatan ini dapat semakin semarak dengan penambahan gunungan serta berbagai acara pendukung lainnya.
Yang paling membanggakan, upacara sakral Sadranan di Desa Kebon benar-benar merangkul seluruh lapisan masyarakat. Warga dari berbagai agama seperti Islam, Kristen, dan Katolik turut hadir dan berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan.
Di Makam Panembahan Minanglase sendiri, tidak hanya umat Islam yang dimakamkan, tetapi juga warga dari latar belakang agama yang berbeda, mencerminkan nilai persatuan dan toleransi yang telah mengakar kuat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Kebon menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan budaya leluhur, menjaga kerukunan, serta memperkuat jati diri desa sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Upacara sakral Sadranan bukan sekadar tradisi, melainkan warisan budaya yang menjadi pemersatu seluruh warga Desa Kebon.( Aulia / Pimred Cahyospirit )













