BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Raksasa Tropis di Sekitar Kita: Mengenal Lebih Dekat Sanca Kembang

sanca kembang atau Malayopython reticulatus. Ular ini dikenal luas sebagai ular terpanjang di dunia dan kerap menjadi sorotan karena kemunculannya di sekitar permukiman warga.

Koran Media Rakyat  Di balik rimbunnya hutan tropis dan aliran sungai di kawasan Asia Tenggara, hidup salah satu reptil paling menakjubkan di dunia, yakni sanca kembang atau Malayopython reticulatus. Ular ini dikenal luas sebagai ular terpanjang di dunia dan kerap menjadi sorotan karena kemunculannya di sekitar permukiman warga.

Sanca kembang memegang predikat sebagai ular terpanjang di dunia. Panjang tubuhnya dapat melampaui 7 meter, bahkan beberapa laporan menyebutkan ada individu yang mendekati 10 meter. Meski ukuran tersebut tergolong ekstrem dan jarang ditemukan, panjang rata-rata ular dewasa umumnya berkisar antara 3 hingga 6 meter.

Ukuran tubuh yang masif menjadikannya predator puncak di habitatnya. Namun para ahli menegaskan, ular ini pada dasarnya tidak agresif terhadap manusia kecuali merasa terancam atau terganggu.

Berbeda dengan ular kobra atau jenis berbisa lainnya, sanca kembang tidak memiliki racun. Cara berburu dan membunuh mangsanya dilakukan dengan teknik melilit (constriction). Setelah menggigit dan mencengkeram, ular akan melilit tubuh mangsa dengan tekanan kuat hingga mangsa kehabisan napas dan mengalami kegagalan sirkulasi.

Gigitan awalnya sendiri dapat menyebabkan luka dalam dan perdarahan cukup serius karena susunan giginya yang tajam dan melengkung ke belakang.

Nama “reticulated python” merujuk pada pola tubuhnya yang menyerupai jaring atau anyaman kompleks. Kombinasi warna cokelat, hitam, emas, dan krem membentuk motif yang simetris dan indah. Keunikan ini membuat sanca kembang menjadi salah satu spesies ular yang banyak diminati penghobi reptil, termasuk dalam program penangkaran dengan berbagai variasi warna.

Keistimewaan lain dari sanca kembang adalah struktur rahangnya yang sangat fleksibel. Tulang rahang yang tidak menyatu secara kaku memungkinkan ular membuka mulut sangat lebar. Di alam liar, ular ini diketahui memangsa kambing, rusa, babi hutan, hingga primata kecil. Dalam kasus yang sangat jarang, serangan terhadap manusia juga pernah dilaporkan.

Setelah menelan mangsa berukuran besar, ular dapat beristirahat dan berpuasa dalam waktu lama karena proses pencernaannya yang memakan waktu.

Sanca kembang memiliki organ sensor panas di sekitar mulutnya. Organ ini memungkinkan ular mendeteksi hewan berdarah panas meskipun dalam kondisi gelap. Kemampuan tersebut menjadikannya pemburu nokturnal yang efektif.

Populasi sanca kembang tersebar di berbagai negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand. Di Indonesia, ular ini dapat ditemukan di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi. Habitat alaminya meliputi hutan hujan tropis, rawa, tepi sungai, serta area persawahan.

Menariknya, ular ini juga dikenal sebagai perenang yang handal dan kerap ditemukan di dekat perairan.

Dalam beberapa tahun terakhir, laporan kemunculan sanca kembang di sekitar rumah warga semakin sering terdengar. Pergeseran habitat akibat aktivitas manusia serta ketersediaan mangsa seperti tikus dan unggas membuat ular ini mampu beradaptasi di lingkungan permukiman.

Para pemerhati satwa mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak bertindak sendiri apabila menemukan ular berukuran besar. Edukasi dan penanganan oleh pihak berpengalaman dinilai penting guna mencegah konflik yang merugikan kedua belah pihak.

Keberadaan sanca kembang sejatinya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama dalam mengendalikan populasi hewan pengerat. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan dapat hidup berdampingan secara aman dengan satwa liar yang menjadi bagian dari kekayaan hayati kawasan tropis ini.(Eko Tito / Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar