BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Cegah kasus DBD bertambah Puskesmas Pucangan lakukan Fogging di Sanggrahan Makamhaji

Proses pengasapan di Sanggrahan Rw 21 Makamhaji dilakukan baik di perkarangan kosong yang rimbun pepohonan maupun  di dalam rumah hingga halaman rumah, serta selokan di sekitar permukiman warga.

Sukoharjo MR - Sesuai hasil epideomologi dari Puskesmas Pucangan,Kartasura,Sukoharjo bersama relawan Srikandi Makamhaji akhirnya kampung Sanggrahan RW 21, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo pada hari Rabu 25 Februari 2026 mulai pukul 08.00 dilakukan Fogging ( Pengasapan ) dengan menurunkan dua personil petugas semprot.

Hal ini untuk mencegah bertambahnya kasus BDB di kampung setempat , Bagus Panuntun selaku petugas Puskesmas Pucangan Kartasura mengatakan kami tidak akan melakukan permintaan fogging kalau tidak ada data yang masuk ke wilayah kami . Jadi laporan kasus BDB sangat penting meskipun hanya domisili. 

Karena untuk melakukan fogging harus ada laporan resmi data pasien harus jelas ada keterangan dari Rumah sakit. Masyarakat umumnya kalau ada trombosit turun  pasti akan memutuskan kena DBD padahal bisa jadi menderita penyakit Tipes karena juga sama-sama trombosit turun. Maka pentingnya laporan surat keterangan dari Dokter.

Proses pengasapan di Sanggrahan Rw 21 Makamhaji dilakukan baik di perkarangan kosong yang rimbun pepohonan maupun  di dalam rumah hingga halaman rumah, serta selokan di sekitar permukiman warga.


 Beberapa rumah kosong juga tidak luput pengasapan. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Desa Makamhaji Agus Purwanto,SE yang setia menunggu sampai selesai. Juga Ketua RW 21 Taufiq setempat, warga dan para relawan Posyandu setempat.

Banyak warga yang senang dilakukan fogging ini karena keresahan akan bertambahnya kasus DBD akan terobati bahkan sangat berharap sudah tidak ada lagi korban di kampungnya. 

(Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa dan Karyawan/Umum)

Kegiatan Fogging mungkin bisa menjadi sarana untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihaan lingkungan dalam rangka pencegahan BDB .  Bagus Panuntun dalam akhir tugasnya menyampaikan fogging akan dilakukan sekali lagi dengan jeda satu minggu setelah hari ini. menurutnya hal ini untuk memutuskan rantai penularan DBD secara efektif. 

Siklus pertama membunuh nyamuk dewasa, sementara fogging kedua bertujuan membasmi nyamuk yang baru menetas dari jentik/telur yang tidak mati pada pengasapan.(Taufiq/Pimpred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar