BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Musyawarah Rembug Stunting di Desa Kopen: Sinergi Kunci Penurunan Stunting yang Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiyawan,S.Kom, menekankan bahwa upaya penanganan stunting bukanlah beban satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kolektif.

Jatipurno , Wonogiri MR — Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri menjadi saksi sebuah pertemuan penting: Musyawarah Rembug Stunting yang diadakan di Balai Desa Kopen, Jatipurno, Wonogiri,Senin(15/9/2025).

Acara yang digelar menghadirkan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat sekitar, dengan tujuan memperkuat upaya penanganan stunting secara terpadu dan memastikan keberlanjutan program-program kesehatan anak dan gizi di lapangan.



Musyawarah ini dihadiri oleh: Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiyawan, S.Kom ,Forkompincam , Kepala Desa Kopen, Sarto, A.MA, Pd ,Para pendamping desa , Bidan desa  ,RT / RW se-Desa Kopen ,Kader Posyandu ,Perangkat Desa ,Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) ,UPTD Puskesmas Kecamatan Jatipurno Dan berbagai pihak terkait lainnya Kehadiran yang sangat lengkap ini menunjukkan betapa seriusnya perhatian bersama terhadap isu stunting di Desa Kopen.

Dalam sambutannya, Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiyawan,S.Kom, menekankan bahwa upaya penanganan stunting bukanlah beban satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kolektif.

 “Sinergi bersama, menguatkan beberapa program, saling mensupport,” ujar Camat. Ia menegaskan bahwa memastikan program berjalan dengan baik di lapangan adalah “kunci keberhasilan program”.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam musyawarah ini meliputi: 

Penguatan Data & Pemantauan :Para peserta sepakat bahwa data akurat dan mutakhir tentang balita, ibu hamil, dan kondisi lingkungan (air bersih, sanitasi, pembuangan limbah, ketersediaan pangan) sangat penting. Tanpa data yang baik, intervensi bisa meleset dari sasaran.

Koordinasi Antar Stakeholder :Melibatkan lintas sektor kesehatan, desa, keluarga berencana, serta pendamping desa dan kader Posyandu. Kesepakatan bersama bahwa komunikasi antar pihak mesti lebih lancar agar langkah-langkah di lapangan bisa cepat dan tepat. 

Penguatan Kapasitas Kader & Petugas Lapangan :Kader Posyandu dan bidan desa, sebagai garda terdepan, membutuhkan pelatihan dan dukungan agar dapat memberikan edukasi gizi, pantauan pertumbuhan anak secara rutin, dan layanan kesehatan dasar yang optimal. 

Intervensi Gizi dan Pemberian Makanan Tambahan :Menyasar balita dan ibu hamil dengan makanan tambahan yang bergizi serta edukasi cara memasak dan memilih makanan yang mendukung tumbuh kembang anak. 

Sanitasi dan Akses Air Bersih :Upaya untuk memastikan ketersediaan jamban sehat, air bersih, serta fasilitas sanitasi lainnya agar lingkungan pendukung kesehatan anak-anak bisa terjaga. 

Musyawarah ini diharapkan menjadi momentum bagi Desa Kopen untuk: 

Menurunkan angka stunting dalam beberapa tahun ke depan melalui tindakan nyata yang terukur. 

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi, kebersihan, dan pola asuh yang baik. 

Memastikan bahwa semua program yang direncanakan tidak hanya berhenti di rapat atau bentuk proyek sesaat, melainkan diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan.

Musyawarah Rembug Stunting di Desa Kopen ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan, pendamping desa, kader Posyandu, serta masyarakat bersinergi, maka peluang keberhasilan sangat besar.

 Komitmen yang telah disampaikan oleh Camat Jatipurno dan para peserta menjadi modal kuat agar program penanganan stunting tidak hanya menjadi slogan, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan.


Dengan sinergi, dukungan bersama, dan pelaksanaan yang konsisten, Desa Kopen berpotensi menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Jatipurno maupun Kabupaten Wonogiri dalam upaya penurunan stunting.

 Keberhasilan program ini akan sangat tergantung pada kerja nyata di tingkat desa, kader, dan masyarakat  karena merekalah yang berada paling dekat dengan keluarga dan anak-anak yang membutuhkan bantuan.(Pimred Cahyospirit )










Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar